Pokemon Go , an evolution of Game

pokemon-go-warning-screenDalam beberapa minggu ini kita sering mendengar kata Pokemon Go di mana-mana.  Di telivisi, di berita , di dalam group whatsapp dan bahkan saat saya buka media sosial, banyak sekali yang menyingung dan membahas tentang  pokemon go.  Dari yang pro karena games satu ini memfasilitasi pemainnya untuk beraktifitas fisik dan berinteraksi langsung dengan pemain lain, sampai yang kontra dengan menyebutkan fakta fakta bahwa beberapa kecelakaan terjadi karena memainkan permainan ini.

Di luar semua pro dan kontra yang terjadi , tidak bisa dipungkiri bahwa games Pokemon Go ini  begitu fenomenal.  Bagaimana tidak, dalam sehari nitendo sebagai developer dari games ini bisa meraup satu juta dolar. Selain itu menurut saya pokemon go menjadi fenomenal karena menhasilkan evolusi dari  sebuah aplikasi permainan di dunia maya. Saya sebut dengan evolusi dari permainan di dunia maya, karena selama ini aplikasi permainan di dunia maya betul betul hanya di lakukan di dimensi dunia maya tersebut. Jikalaupun ada bersinggungan dengan dunia nyata, lebih ke arah percakapan dan tidak ada interaksi secara fisik dengan dunia nyata.

Ini menurut saya adalah sebuah evolusi dimana dimensi dari dunia maya sudah mulai bersinggungan dengan dunia nyata. Manusia sudah tidak puas lagi dengan dimensi dari permainan dunia maya yang terpisah dari dunia nyata. Para developer games mulai memikirkan bagaimana menjadikan keduanya itu semakin menyatu. Dan dimulai lah salah satunya dengan permainan pokemon Go ini. Menurut opini saya, setelah ini akan semakin bermunculan games dengan dimensi baru seperti pokemon Go ini. Ke depan nya bisa saja terjadi games seperti sim city memunculkan karakter karakternya dalam dunia nyata. Mungkin semacam proyeksi karakter  tiga dimensi. Siapa yang tahu?

Terlepas dari semua nya itu, yang harus selalu kita ingat adalah bahwa kita perlu tetap aware mana yang menjadi dunia nyata dan mana yang menjadi dunia maya. Jangan sampai semua teknologi tersebut akhirnya memperbudak kita dan menjadi tuan atas diri kita.

kita yang bebas menentukan kebahagiaan kita , seperti di artikel ini

Salam freedom

Memahami untuk dipahami

Setiap orang memiliki masa masa yang menyenangkan saat jatuh cinta ataupun saat menemukan seseorang yang dicintai. Terlepas dari apapun endingnya, pada dasarnya kita selalu merasa senang ketika jatuh cinta.

Ketika beradu pandang lalu saling melemparkan senyum, ketika merasa senang saat si dia mencuri pandang ke kita. Itu semua adalah pengalaman yang tak terlupakan.

Saat membangun hubungan, seperti apa yang kita lakukan? Pastinya ingin dipahami sebagai individu yang unik. Namun apa yang akan terjadi jika setiap orang ingin dipahami? Dunia akan menjadi begitu egois dan kehilangan keindahannya.

Ketika kita belajar untuk memulai memahami terlebih dahulu, ternyata dunia menjadi lebih indah.

Chose to be Happy

Setiap saat kita membuat pilihan. Bahkan kita memilih untuk menampilkan diri seperti apa. Manusia betul betul mahkluk yang dipilih Tuhan untuk  memiliki kebebasan dalam memilih dan menentukan hidupnya. Tidak ada yang bisa menentukan seseorang akan menjadi seperti apa, selain dirinya  dan pastinya Sang penciptanya. Setiap orang dapat menentukan pilihan brand image yang ingin ditampilkan. Bahkan kebahagiaan pun merupakan pilihan.

Ketika kita bangun di pagi hari kita sudah membuat sebuah pilihan : Bangun atau melanjutkan tidur. Jika anda memilih bangun, apakah bangun dengan semangat atau bangun dengan terpaksa.

Setiap hal yang kita tampilkan adalah pilihan

Sudahkah kita memilih untuk bahagia dalam hidup ini?

Courtesy : Youtube – Dove

One Day

Sebuah video yang menginspirasi diambil dari life Vest Inside. Saya yakin, suatu hari dunia akan jauh lebih baik. Sebuah pengharapan yang terus memercikan api semangat. Setiap energi untuk berbagi dan berbuat baik akan selalu kekal. Seperti hukum kekekalan energy yang menyatakan bahwa energi itu tidak pernah musnah, yang ada hanyalah berubah dari suatu bentuk menjadi bentuk lainny. Energi kebaikan pun akan seperti itu,

Courtesy : Youtube – Life Vest Inside

Merasa besar dalam dunia raksasa

Waktu itu saya menonton sebuah film tentang manusia yang terdampar ke sebuah pulau liliput. Singkat cerita si manusia menjadi pahlawan di pulau liliput tersebut. Tentu hal itu menjadi sangat mungkin karena dia memiliki fisik dan tenaga yang jauh lebih besar dibandingkan manusia liliput yang ada di pulau tersebut. Dia menjadi manusia raksasa di pulau liliput tersebut.
Di dunia asalnya si manusia itu adalah seorang “looser” yang dianggap bodoh, lemah dsb.
Awalnya ketika pertama kali terdampar dab ditangkap oleh manusia liliput, si manusia tidak berdaya untuk melawan dan membebaskan diri dari tentara liliput karena ia merasa masih menjadi “looser” yang lemah dan tak berdaya. Lalu ketika ia menyadari bahwa ia memiliki tenaga yang lebih besar daripada orang orang di pulau itu, si manusia otomatis dapat membebaskan diri dan akhirnya menjadi manusia super di pulau itu.
Terkadang sering orang di luar sana menjadi si manusia yang terdampar di pulau liliput tersebut. Memiliki pemikiran bahwa mereka tidak berdaya dan lemah. Merasa menjadi korban. Orang- orang yg seperti ini tidak menjadi kapten bagi kapal mereka.
Secara kemampuan bisa saja ada potensi besar dalam diri mereka. Tapi ketika mereka berpikir menjadi korban dalam setiap setiap situasi, tanpa Mereka sadari mereka mengkrangkeng potensi diri mereka.
Lalu bagaimana jika mereka dapat mengeluarkan potensi mereka di dunia liliput tersebut? Namun Ternyata ketika di bawa ke dunia nyata, kembali mereka menjadi melempem. Hal ini dapat disiasati dengan membawa pemikiran di dunia liliput itu ke dalam dunia nyata. Siasati otak kita dengan menganggap bahwa mereka di dunia nyata adalah liliput

Pasrah

Rambutnya sudah memutih. Badannya sudah renta ditelan masa. Untuk berjalan tubuh bongkoknya perlu ditopang oleh sebuah tongkat yang terbuat dari allumunium bekas. Di antara jemarinya terlihat dua buah batu akik yang tidak terlalu menarik para kolektor batu. Namun yang cukup mencolok adalah tasbih yang digenggam bersamaan dengan tongkat di tangan kanannya.

Tidak ada yang menarik dari orang tua itu. Tak ada sesuatu yang bisa diceritakan dari sosok tersebut. Wajahnya sekilas sedikit tertekan oleh kerasnya kehidupan jakarta. Dengan langkah kaki yang dipercepat, akhir nya lelaki tua itu menghilang dalam kerumunan orang orang yang lalu lalang.

Ketika melihat sosok lelaki tua tersebut, saya juga melihat sesosok wanita tua (walaupun tidak setua laki laki tersebut) yang dengan setia mengikuti sang lelaki tua dengan berpegangan pada tangan kiri sang lelaki. Dari bahasa tubuhnya seakan berkata bahwa aku mengikutimu wahai nahkoda ku. Sang wanita seakan pasrah dengan arah yang dipilih oleh sang lelaki tua yang sepertinya adalah suaminya.

Akhirnya timbul pertanyaan dalam diri ini. Apa yang membuat sang wanita begitu percaya kepada sang suami. walaupun dibawa ke dalam kondisi susah, namun sang wanita tetap setia mengikuti. Hal ini yang mungkin jarang di temui saat ini. Mau menerima apapun kondisinya. Susah mau.. senang mau… sedih mau… gembira mau. Kaya mau… miskin mau… itulah mungkin yang menjadi kunci bahagia

Aku Mau….

kata-mutiara-motivasi-r-a-kartiniSudah sejak lama muncul pertanyaan dalam kepala ini : Mengapa RA Kartini mewakili emansipasi wanita di Indonesia. Padahal jika kita lihat banyak pejuang perempuan yang sekilas mungkin lebih heroic untuk dijadikan pahlawan emansipasi perempuan Indonesia. Sebut saja Cut Nyak Dien, Martha Christina Tiahahu yang langsung turun angkat senjata melawan penjajahan. Sekilas mereka mungkin lebih terlihat setara dengan laki laki. Wong langsung turun angkat senjata. Mengapa bukan mereka yang diangkat menjadi pahlawan emansipasi perempuan? Bandingkan dengan RA Kartini yang akhirnya menikah dengan bupati rembang. Kartini adalah bagian dari budaya poligami saat itu. Jadi dimana letak kehebatan Kartini, sehingga bisa diangkat sebagai pahlawan emansipasi perempuan?  Continue reading